Tampilkan postingan dengan label illustrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label illustrasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Februari 2011

Illustrasi respon

Teringat sebuah illustrasi wortel, telur, dan kopi


Ada perbedaan yang terjadi ketika masing-masing dimasukkan kedalam air yang mendidih.
Wortel mulanya keras, tapi setelah dimasukkan kedalam air mendidih, yang terjadi adalah, menjadi lembek, rapuh, gampang hancur.
Telur mulanya lembek sekali, tapi setelah dimasukkan kedalam air mendidih, yang terjadi adalah menjadi kaku, alias keras.
Kopi mulanya keras, tapi setelah dihancurkan di mesin penggiling dan di masukkan kedalam air mendidih, yang terjadi tidak hanya menyatu dengan air panasnya, tapi ia mengeluarkan harum yang wangi. Gw saja yg bukan penggemar kopi, tapi g sangat menyukai wangi kopi.

Sama halnya dengan diri kita, ketika dihadapkan dengan masalah (air mendidih), ada 3 respon yang terjadi.
Mungkin kita seperti wortel yang terlihat kuat diluar, padahal di dalam kamar, dibawah bantal, nangis sejadi2nya, dan tidak ada semangat hidup lagi, hancur hati sampai rasanya gak mo ngapa2in lagi.
Ato mungkin seperti telur, terlihat lembek diluar, tapi bebal dinasihatin, satupun tidak mau didengar. menjadi keras kepala.
ato seperti kopi, respon yang diberikan adalah keharuman yang tercium kesemua orang, menjadi berkat, dan menghibur orang2 yang memerlukan kekuatan.

Respon yang mana kita, ketika kita di masukkan ke dalam air mendidih? Menjadi lemah, menjadi keras atau keharumannya tercium? Semua adalah keputusan kita sendiri, karena Tuhan menciptakan kita special, berhak memilih. Choose the right one!!

Minggu, 02 Januari 2011

Illustrasi abadi

Ada illustrasi seperti ini:
Masalah berat ada didepan 

Masalah berat juga ada dibelakang

Mulai memanggil namaNya

 Meminta pertolongan pastinya...

 Tapi ketika Ia memberi jawaban...

 Hati merasa tidak yakin dengan jawabanNya 

 Mulai ber "argue" denganNya

 Sama seperti kasihNya yang lembut, Ia menjawab lagi dengan lembut

 Dengan "sok tau" menjawab seperti menggurui sang Pencipa...

 Sekali lagi... Ia tidak bosan untuk mengulang jawaban yang diberikan,
Mudah tidak untuk mengikuti jawabanNya yang bikin hati sampai berkata "Hah?!"
Buatku saat ini sangat susah, karena aku bukan lah orang yang berani untuk melangkah, ketakutan lebih banyak di pikiran. Tadi waktu ibadah pun, diingatkan hal seperti ini... Ada bagian yang menjadi kewajiban kita. Kasih Tuhan tidak bersyarat, tapi Janji Tuhan itu bersyarat... sebenernya yang Tuhan mau untuk dilakukan oleh diana adalah 1 hal sederhana yang dulu (waktu single) sering melakukan. Yaitu saat teduh... mudah kan... tapi karena banyak alasan, ini dan itu dan ono dan segudang alasan...bahkan sampai mengingatkan Tuhan, siapa2 aja yang membuat diana seperti sekarang ini (dikecewakan, dsb...) 1x pun tidak pernah dilakukan. Tapi emang bener, suara Nya lembut mengingatkan lagi ke telinga diana... saat teduh... bukan hanya komat kamit, tapi bener2 duduk dan merenungkan firmanTuhan. Berat...? Iya, bahkan sampai saat ini pun masih terasa berat, entah kenapa sangat berat dilakukan... Pernah juga terpikir, mungkinkah masih ada kepahitan yg belum terselesaikan? Kalau memang ada, mau sampai kapan diselesaikan? Apakah diana mau sampai selama2nya seperti ini.. Tentu tidak mau... 

 Mari coba lakukan, meski diri sendiri merasa tidak yakin

 Belajar untuk tidak komplain lagi...

Dan inilah iman itu... jalan menuju surga, jalan bersamaNya kembali. Tuhan Yesus, terima kasih untuk pagi hari ini...

Kamis, 19 Agustus 2010

jadilah hidup ini seperti pohon yang berakar IMAN,berbatang KASIH,bercabang PENGHARAPAN,beranting KETAATAN,berdaun KESABARAN,dan berbunga SUKACITA.maka pohon tersebut akan menghasilkan BUAH KEDAMAIAN dan KESUKSESAN



Senin, 12 Juli 2010

Renungkan ini...

Waktu melihat gambar ini pertama kali, apa yang terlintas dalam pikiran?

Sabtu, 20 Maret 2010

Remeber This

Dunia indah bukan karena dunia berubah menjadi indah tetapi karena kita memandang dan merasakan dengan cara yang indah